Tuesday, September 5, 2017

Pengalaman Seleksi dan Lolos Beasiswa Australia Awards Scholarship AAS (1)

Selamat malam!

Di postingan kali ini, saya akan cerita bagaimana "perkenalan" saya dengan beasiswa Australia Awards (Australia Awards Scholarships). Saya yakin bahwa untuk para pemburu beasiswa, pasti sudah pada tahu beasiswa ini. Karena memang beasiswa ini sudah lama sekali ada di Indonesia, dan sempat berubah2 nama nya sampai akhirnya sekarang dikenal dengan nama Australia Awards Scholarships (AAS). Yang perlu diingat, cerita ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya ya...bisa jadi ada perubahan2 yang harus disesuaikan saat ini, jadi harus di cek kembali informasi resmi nya. 

Saya kenal beasiswa ini ketika saya ingin melanjutkan studi master sekitar tahun 2011. Kalau cerita kenapa saya memutuskan untuk sekolah lagi, itu akan saya posting lain kali ya..(janji sambil bilang dalam hati, mudah2an gak lupa...hehe). Jadi waktu 2011 itu, saya ikut beasiswa ini yang masih bernama Australian Development Scholarships (ADS) dan tahu informasinya dari kawan dan saudara2 yang kebetulan punya minat yang sama (baca: sekolah gratis).  Saran saya, kalau memang ingin daftar beasiswa ini, jangan percaya begitu aja info dari orang ya...karena kan bisa jadi yang bersangkutan lupa, atau sebaliknya...lebay..hehe. Maksud saya adalah kita pun harus aktif cari2 informasi sendiri, bisa via google dan jangan lupa untuk masuk ke website australia awards http://australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards untuk melihat pengumuman resmi dan persyaratan lengkapnya. 


Pada tahun 2011, seingat saya dokumen aplikasi harus dikirimkan via pos atau kurir. Emang rada ribet ya...ditambah dengan kekhawatiran akan dokumennya apakah sampai dengan selamat atau tidak ke tujuan. Jadi kalau sekarang yang semua nya serba online, wah...udah enak bener deh, tinggal scan, upload dan bisa dilihat apakah dokumennya tersimpan sukses atau tidak. Naah...balik ke 2011 itu bisa dibilang adalah pertama kali nya saya "berkenalan" sama aas (dulu ads). Saya akui, waktu itu memang saya belum terlalu fokus akan tujuan saya, jadi pertanyaan2 tentang mau kuliah dimana, ngerjain apa, ambil apa, course nya bagaimana..semua jawabannya akan "lihat nanti aja lah..". Kebetulan juga pada saat itu, saya sedang mengikuti seleksi untuk beasiswa Pemerintah Aceh.

Ternyata benar, saat kawan2 saya ada yg gembira karena masuk shortlisted, saya ya biasa aja...dan tahu bakal gak lolos. Karena ya itu, saya belum terlalu fokus dan mengisi formulir "sekena nya". Tapi kata orang tua dan suami saya, "Disaat satu pintu tertutup, pintu yang lain akan terbuka", pada akhirnya saya mengalami sendiri hal tersebut. Saya gagal ke Australia, melainkan sekolah ke Taiwan dengan beasiswa Pemerintah Aceh. Pengalaman saya menempuh S2 di Taiwan pernah saya share pada website Indonesia mengglobal, ini linknya ya http://indonesiamengglobal.com/2016/06/kuliah-di-taiwan-dengan-beasiswa-pemerintah-aceh/

Tahun pun berlalu (ciiee...keren gakk..), saya pun kembali bertemu dengan AAS, tapi kali ini dengan tujuan berbeda, untuk menempuh studi S3. Untuk postingan pertemuan kedua dengan aas, saya ceritakan di postingan berikutnya (bagian 2) ya!

Kalau ada pertanyaan, silakan tinggalkan comment di bawah, mudah2an saya bisa bantu jawab :)


EmoticonEmoticon