Sunday, January 28, 2018

Berangkat ke Sydney!

Salam!


Apa kabar? Saya menulis cerita ini setelah 3 minggu berada di Sydney. Alhamdulillah, setelah menjalani sedikit "episode penantian kabar" dari kampus (nanti saya ceritakan di postingan lain), tiket dan visa sudah berada di tangan pada 4 Januari 2018, untuk keberangkatan tanggal 8 Januari 2018. 

Kami (rombongan awardee AAS tujuan Sydney dan Melbourne) diberangkatkan pada tanggal dan pesawat yang sama, yaitu 8 Jan 2018 dengan Qantas. Penerbangan dari Jakarta jam 7 malam waktu Jakarta, dan tiba besoknya (9 Jan) pada jam 6 pagi waktu Sydney. Terlepas dari sedihnya meninggalkan orang tua dan keluarga, keberangkatan ini bisa dibilang enak karena banyak barengan nya...hehehe. Waktu itu aja, temen duduk saya adalah anak AAS juga, jadi bisa sharing2 kaan... Untuk teman2 yang tujuan melbourne, akan melanjutkan penerbangan melalui Sydney. Jadi, waktu itu kami berpisah di bandara...

Barang apa saja yang dibawa?
Terus terang, kalau dibandingkan dengan teman2 lain, barang saya bisa dibilang sedikit untuk orang yang akan berada di Sydney selama 4 tahun...hehehe. Jatah bagasi dari Qantas ada 40kg, dan dengan 2 koper tersebut, jumlahnya sudah sekitar 36kg..jadi lumayan lah..hehhe. Sebetulnya, pengalaman saya saat S2 di membuat saya tidak banyak membawa baju dan perlengkapannya, jadi yang saya bawa adalah hal2 yang basic saja. Toh, nantinya tidak semua akan kita pakai dan kita pasti akan membeli baju di negara tersebut. Tentu nya jumlah nya juga dibatasi ya..kan gak mau jualan juga disana kan? hehehhe....singkatnya, yang saya bawa di dalam koper adalah:

a. Baju kuliah
b. Baju santai
c. Jilbab dan mukena
d. Baju tidur
e. Sandal, kaos kaki 
f. Obat2an yg biasa kita konsumsi, termasuk krim malam, siang,dll (hehehe)
g. Makanan jadi untuk adaptasi disana selama 2 hari, contoh: kering tempe, abon, atau ikan.
h. Bumbu2 instan, bumbu kering, dan bumbu khas daerah.
i. Makanan2 atau cemilan kesukaan, contoh: wafer atau mie. Walaupun akan ada disana, tapi pasti harganya akan beda...hehehehe.
j. Dokumen2 penting
k. Souvenir untuk supervisor (optional)

nomor tempat duduk saya waktu keberangkatan
Pada saat di pesawat, nanti kita akan dibagikan kartu kedatangan (Incoming passenger card) yang harus diisi dan diserahkan pada saat pemeriksaan imigrasi. Nah...ini yang harus teman2 browsing sebelumnya ya...karena jangan sampe kejadian kayak saya yg udah nyiapin bawa rendang ternyata gak bisa dibawa karena gak boleh, kecuali dalam kaleng. Ini karena saya browsing nya telat sih...hehehe. Dan juga, nanya2 sama temen yang udah duluan berangkat, dan rendangnya dibuang (padahal sudah dikemas dalam plastik vakum). Menurut teman saya itu, petugasnya bilang boleh saja membawa daging, asalkan dalam kaleng atau berbentuk abon. Akhirnya, rendang  yang direncanakan dibawa, saya makan di rumah pake nasi hanget (duh..jadi kepengen...hehehehe)..

pagi hari dari pesawat
Pada saat pemeriksaan imigrasi, setelah beres urusan visa dan mengambil barang, kami diarahkan ke beberapa loket (ini yang saya gak tau berdasarkan apa memisahkannya), trus di suruh maju 4 atau 5 orang dalam satu kelompok. Teman saya ada yang masuk di loket lain dan dipersilahkan membuka koper nya. Sedangkan saya, maju dengan 4 orang lainnya, berbaris rapi memanjang ke belakang dengan barang2 bawaan di samping atau depan kita. Setelah itu, akan ada petugas yang menemani anjing pintar (lucu muka nya...hehehe) yang berlari2 sambil mencium barang2 di kelompok kita itu. Jika si anjing ada mencium bau yang dicurigai, maka kita akan disuruh ke pinggir untuk selanjutnya di cek barangnya. Tapi jika aman, maka kita bisa segera keluar dan menuju pintu kedatangan! Pada saat bertugas, petugas tersebut menemani si anjing saja, tapi tidak lupa selalu bilang ke anjingnya "good boy...good boy...smart dog"..

Pengalaman saya, sebelum masuk ke loket yang ditunjuk, waktu itu saya sempat ditanya petugas obat apa yg saya bawa? karena saya mencentang obat di kartu kedatangan. Terus ya saya jawab aja "basic medicine", dan sepertinya petugas mengerti maksud saya. Ada juga bumbu khas aceh dan makanan jadi untuk adaptasi yang saya bawa. Oya, saya mengemas makanan jadi dan bumbu2 basah dalam kemasan ya...jadi rapi seperti beli dari supermarket gitu...gak ketara kayak buat sendiri kemasannya...hehehe. Alhamdulillah, semua aman dan bisa saya bawa masuk ke Sydney!



EmoticonEmoticon