Tuesday, June 26, 2018

Membawa keluarga sambil studi ke Australia (Bagian 1)

Salam!

Illustrasi dari Google
Jika anda menemukan postingan ini setelah mencari2 di google, saya ucapkan selamat! karena bisa saya asumsikan bahwa paling tidak, anda sudah mendapatkan funding untuk kuliah di australia, atau malah sudah berada di Australia dan merencanakan kedatangan keluarga. 

Saya menulis postingan ini atas dasar pengalaman saya sebagai awardee AAS Intake 2018. Mohon maaf bila keadaannya sudah berubah...hehehe, tapi mudah2an masih bisa digunakan sebagai masukan teman2 untuk studi bersama keluarga di Australia. 

Sebagai awardee AAS, kita diperbolehkan untuk membawa serta keluarga selama masa studi. Yang dimaksud keluarga disini adalah pasangan suami/istri dan anak ya.. Pihak AAI menyarankan kepada awardee agar keluarga menyusul setelah awardee lebih dahulu berada di Australia. Hal ini dimaksudkan agar awardee dapat fokus pada adaptasi dan mempersiapkan segala sesuatu sebelum kedatangan keluarga. Namun, terdapat beberapa kondisi yang memperbolehkan keluarga dan awardee datang bersamaan. Misalnya: untuk awardee yang memiliki bayi yang masih ASI, maka sangat disarankan untuk berangkat bersama. Sebagai informasi, biaya visa keluarga akan ditanggung oleh AAI. Tetapi biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi persyaratan visa, seperti medical check up, upgrade asuransi, dll, ditanggung sendiri oleh keluarga.

Menurut saya, pihak AAI sangat membantu awardee dalam proses keberangkatan keluarga. Dengan kata lain, pihak AAI mengerti bahwa kehadiran keluarga dapat membantu awardee untuk lebih fokus dalam menjalankan studi di Australia. Mengenai hal ini, mungkin hanya orang2 yang sudah berkeluarga yang mengerti ya? hehehhe...(baca: betapa gak enak terpisah jauh dengan suami dan anak). Jadi, bila semua hal dasar sudah dapat dipenuhi oleh awardee pada awal2 masa studi, maka keluarga dapat bergabung dan bersama memulai petualangan baru di Australia. 

Sebagai gambaran, saya ibu dari 1 anak perempuan (usia sekolah kelas 1 SD di Indonesia). Suami saya (kebetulan) memiliki usaha sendiri ketika di Indonesia. Jadi ketika saya dinyatakan sebagai awardee AAS, saya dan suami pun berdiskusi mencari jalan terbaik agar semua pihak tidak ada merasa nyaman. Dan solusi nya adalah mereka bergabung bersama saya di Australia selama masa studi. Banyak sekali yang bertanya "apa gak sayang sama bisnis suami nya...sudah dirintis dari lama, eh kemudian tutup...bagaimana ke depannya nanti..". Tetapi pertanyaan ini memang juga sudah ada di "list" kami, dan kami memutuskan hal ini pun dengan mempertimbangkan semua hal baik positif maupun negatif. Jadi, Bismillah...suami dan anak pun sepakat untuk menyusul saya ke Australia. 

Ada 2 hal utama yang menurut saya perlu disiapkan sebelum keluarga bergabung di Australia, yaitu:
1. Upgrade asuransi (dari single ke plan yang dituju, misalnya: dual atau family).
2. Akomodasi permanen (lokasi akan dibutuhkan untuk menentukan sekolah anak). 

Jadi, setelah saya merasa keluarga sudah bisa diajak bergabung, saya menghubungi pihak AAS Indonesia untuk menanyakan persyaratan2 apa yang harus dipenuhi. Alhamdulillah, pihak AAS Indonesia sangat membantu dan sabar sekali (terima kasih banyak Pak P.) untuk menjawab pertanyaan2 via email ataupun WA. Terkadang saya suka gak enak sendiri karena banyak tanya alias cerewet...hehehe. Berikut ini persyaratan yang diperlukan (saya copas dari email yg saya dapatkan):

A.      Form 1229, 956A (akan diberikan contoh pengisiannya)
B.      Form 919 (akan diberikan contoh pengisiannya)
C.      Akte Nikah, KK Keluarga dan Akte Lahir Anak (Scan berwarna sesuai asli)
D.      KTP Student dan Spouse
E.       Scan Passport Spouse dan Anak dari hal 2-5
F.       Pas Foto ukuran 4x6 berwarna 1 lembar.
G.     Jika anak sudah usia 5 tahun offer Surat bukti sekolah anak dari dinas pendidikan Australia bisa di proses jika Student sudah berada di Australia.
H.      Family yang sudah melakukan medical, HAP letter harus di kirim soft copy nya
I.        Jika anak sudah usia 5 tahun, wajib melampirkan bukti pendaftaran sekolah anak dari pihak dinas pendidikan di Australia.
J.     Bukti upgrade asuransi 

Untuk point H, yaitu HAP letter, pihak AAS Indonesia juga memberikan tutorial pembuatannya. HAP letter bisa dibilang surat pengantar yang dibawa oleh anggota keluarga untuk melakukan medical check di RS atau klinik yang ditunjuk. 

Jika persyaratan sudah lengkap, maka dokumen dikirimkan kembali via email. Dan jika ada masalah, kita akan diinformasikan oleh pihak AAS Indonesia. Begitu pula jika semua lancar (dokumen dan lain2 baik), maka kita diminta menunggu visa keluar. 

Dari persyaratan diatas, saya merasa perlu untuk membahas point G atau I, dan juga point J. Dua point ini akan saya bahas pada postingan selanjutnya ya...

Jika ada pertanyaan, langsung saja isi commentnya..Insha allah secepatnya akan saya jawab. 

This Is The Newest Post

5 komentar

Mbak, bisa tolong jelasin rincian biayanya untuk bawa spouse ke aussie.
Makasih banyak :salim:

saya coba ya...mudah2an postingan ke depan akan memberi gambaran jumlah biaya nya. Terima kasih,

Mbak, apa mmg harus 6 bulan sebelum keluarga dibawa kita hrs sdh brgkt duluan? Kalo misal kurang dr 6 bln segala urusan sdh diselesaikan, apa keluarga sdh bs menyusul?

Halo lina,
waktu yang disarankan memang 6 bulan, tapi jika kurang dari itu sudah siap semua (urusan akomodasi, sekolah, child care, dll) maka tentu saja keluarga sudah bisa menyusul. Demikian, mudah2an membantu.

Ditunggu mbak postingan selanjutnya terkait rincian dana. Bernas


EmoticonEmoticon