Wednesday, October 4, 2017

Pengalaman Seleksi dan Lolos Beasiswa Australia Awards Scholarship AAS (2)

Salam!

Seperti janji saya pada postingan lalu (dan tertunda terus karena sibuk kegiatan lain...hehe), di postingan kali ini saya akan cerita gimana "pertemuan ke dua dan ketiga" saya dengan beasiswa AAS. Jadi setelah menyelesaikan program S2 di Taiwan, saya kembali ke Banda Aceh dan bekerja di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh. Dari awal mengajar, saya menyadari bahwa sebagai dosen, kita harus terus mengupgrade diri dan kemampuan, salah satunya dengan menuntut ilmu sampai jenjang doktor (S3). Sehingga, rencana kuliah lagi sudah ada di pikiran saya pada saat itu. Ketika sampai di semester terakhir program S2, sebetulnya saya mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan di kampus yang sama, tetapi keinginan saya untuk mencoba belajar ke benua lain dengan alasan bisa sekaligus jalan2 sambil belajar.

Negara yang langsung menjadi pilihan saya adalah Australia. Mungkin karena masih penasaran pada pilihan sebelumnya, pilihan ini langsung ada di pikiran saya ketika memutuskan ingin sekolah lagi. Oh ya, saya memang proses untuk cari supervisor dulu di beberapa kampus, tentunya disesuaikan dengan bidang riset kita ya, pengalaman cari supervisor sampai akhirnya dapat LoA akan saya share di postingan2 berikutnya ya...hehehe. Sambil cari supervisor, panca indera saya juga selalu cari2 info tentang beasiswa. Maklum deh, gak ada uang buat sekolah...jadi harus cari sponsor...hehehe. Bisa dibilang kalo pada saat itu saya apply ke semua beasiswa yang ada pilihannya ke Australia, termasuk beasiswa LPDP, LPDP BUDI, dan AAS.

Inilah pertemuan kedua saya dengan AAS. Waktu itu saya mendaftar tahun 2016 untuk intake 2017.
Tapi ternyata rejeki saya bukan pada pertemuan kedua ini. Melainkan di pertemuan ketiga alias beasiswa 2017 untuk intake 2018. Kalau dirunut2, memang ada perbedaan dari diri saya antara mendaftar di tahun 2016 dan 2017. Saya kurang tahu apakah karena faktor itu saya akhirnya lolos, tapi memang saya merasa lebih mempersiapkan diri ketika mendaftar di tahun 2017. Nanti kita bahas bedanya apa ya...penjelasan dibawah ini adalah seleksi beasiswa nya secara umum dulu.

Seingat saya, pendaftaran dibuka di awal Februari. Informasi untuk beasiswa ini sangat tumpah ruah ada di internet. Mulai dari web Pak Made Arsana yang sangat terkenal untuk pendaftar beasiswa ini https://madeandi.com/aas/, channel2 youtube awardee (penerima beasiswa) dan alumni beasiswa tersebut, sampai ke blog2 kecil seperti saya ini...hehehe. Perlu diingat ya...CARI TAHU SENDIRI DULU SEBELUM BERTANYA, karena menurut saya kebanyakan bertanya ke orang akan sangat membingungkan. Jadi lebih baik kita cari tahu informasi dari sumber utama http://www.australiaawardsindonesia.org/content/35/12/how-to-apply?sub=true , atau pun informasi lain dari brosur/pamflet.


Terdapat 2 tahapan (seleksi) yang harus dilalui sebelum dinyatakan lolos beasiswa ini. Yang pertama, seleksi administrasi dan pertanyaan2 (menuju shortlisted) yang semuanya dilakukan secara online (upload dokumen) dan yang kedua adalah IELTS dan wawancara. Insha allah semua tahapan seleksi akan saya ceritakan di blog ini, tetapi berdasarkan pengalaman saya ya teman2. Mudah2an dapat memberikan gambaran untuk teman2 yang berminat mendaftar beasiswa ini.

Kita masuk ke tahapan pertama ya...

Kuncinya pada saat tahapan pertama ini adalah: 1) UPLOAD DOKUMEN SESUAI KETENTUAN, Jangan ada yang ketinggalan, dan 2) Persiapkan waktu (paling gak 2minggu atau lebih) sebaik2nya untuk mengisi pertanyaan atau menyiapkan dokumen. Kita jelasin satu-satu ya sekarang...

1. Sesuai ketentuan
Karena tahapan pertama ini adalah melihat dokumen dan jawaban pertanyaan, maka dokumen yang diberikan haruslah lengkap dan sesuai yang diminta. Misal, kalau yang diminta ijazah, ya uploadnya ijazah. Kalau diminta legalisirnya, ya upload dokumen legalisirnya. Diminta TOEFL nya misalnya 550, ya kirim 550 atau lebih, jadi kalau masih dapat 530 ya berarti gak bisa. Gimana kalo yang diminta terjemahannya? Berarti harus diterjemahin dulu, di lembaga bahasa atau penerjemah tersumpah. Berarti kesimpulannya gitu ya teman2, upload dokumen sesuai dengan yang diminta.

Dokumen2 ini nantinya akan di verifikasi dengan yang asli apabila kalian lolos beasiswa ini. Jadi (amit2, jangan sampe kayak gini ya) kalian upload dokumen palsu yang sebenarnya gak ada...karena setelah dinyatakan menjadi awardee (penerima beasiswa), maka dokumen asli nya harus dibawa untuk mereka lihat.

Proses seleksinya bisa dibilang ketat juga...karena peminat beasiswa ini ribuan banyaknya (tahun 2017 ada 5300 aplikasi yang masuk), maka pelamar dengan dokumen tidak sesuai/tidak lengkap ya langsung di coret (tidak lolos). Oh ya, seluruh dokumennya di upload melalui website yang sudah ditentukan (dalam hal ini namanya oasis), jadi pastikan kalian menyiapkan scan setiap dokumen yang diperlukan.

2. Untuk tahapan kedua nya, kita sambung di postingan berikutnya ya! :)


Kalau ada pertanyaan, silakan tinggalkan comment di bawah, mudah2an saya bisa bantu jawab :)



19 komentar

Kak mau tanya dong, kalau di country guide book sama website AAS berbeda informasinya, yang diikuti yang mana ya? Saya sudah email tapi belum dibalas. Saya bingung harus mencantumkan official document atau certified copy document. :(

Halo Indah,
Guide book nya sudah yang terbaru ya? kalo ya, menurut saya ini bisa jadi panduan. Sepengalaman saya, untuk aplikasi tahun kemarin, saya upload certified copy document. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Iya kak. Masalahnya di web bilang official tapi di guide book bilang salinan dokumen yang dilegalisir. Kan bingung. :( Terima kasih ya kak :'D

Terimakasih informasinya :)
Anw, saya ingin menanyakan, berhubung di AAS tidak perlu dapat LoA dulu (dan skrg saya sedang menunggu LoA), bagaimana kalau setelah menjadi awardee kita tidak diterima di salah satu university? Karena master yang ingin saya ambil di Aussie tidak terlalu sama dengan S1 saya, walaupun di persyaratannya, jurusan S1 saya termasuk jurusan yang bisa mendaftar. *Pengalaman daftar di negara lain, walaupun jurusan s1 saya ada di persyaratan, nyatanya saya direkomendasikan untuk mengambil master yang sama dengan jurusan s1 saya. Sukses selalu Mba!

sama2 Indah, mudah2an lancar ya!

Hi,
Kenapa tidak diterima? setelah jadi awardee, AAS akan mengadakan kegiatan information day yang dihadiri oleh perwakilan dari kampus2 yang ada di Australia. Jadi, kamu bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai program yang kamu minati. Jadi, tenang saja...AAS akan memberi panduan pada awardee untuk diterima di salah satu kampus di Australia. Mengenai jurusan, saya pikir pasti ada alasan ya kenapa kamu pilih jurusan yang lain dari S1. Kalau alasannya kuat dan masuk akal, tidak ada salahnya untuk mengambil jurusan tersebut. Selama ini, apa kamu sudah menjelaskan alasan tersebut pada saat mendaftar di negara lain (seperti yg disebutkan di pertanyaan?). Demikian, mudah2an dapat membantu ya.

halo ka, maaf mungkin pertanyaan nya mirip dengan yang diatas. Jadi jika yang diminta adalah ceritified copy, maka tidak bisa memakai yang originalnya ? misalkan apakah bisa memakai scan passport yg asli saja atau harus legalisir copy nya? terimakasih ka , mohon pencerahannya.

Halo juga wafir mulya,
Mengenai bisa atau tidaknya, saya kurang paham karena bukan saya yang menentukan. Sepemahaman saya adalah kita berikan apa yang diminta sebagai syarat, jadi misalnya diminta certified copy maka yang kita berikan juga copy file yang sudah di legalisir. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Sepertinya kebijakan dokumen tiap tahun ganti ^^'

This comment has been removed by the author.

Hi Indah,
Menurut saya tidak banyak berganti...hanya (kebanyakan) persepsi setiap orang akan syarat kelengkapan akan berbeda. Untuk saya pribadi, saya upload apa yang diminta di persyaratan. Seperti yang sebelumnya saya share di blog, jika diminta copy certified, maka saya akan upload copy certified. Demikian, mudah2an membantu.

Hai kak, kalo keterangannya itu hanya proof of citizenship artinya kita mengupload yang asli kan kak? Pertanyaan ini terdapat di OASIS

Ohiya kak, apa boles saya minta email unt proof read statemenr purpose?

Hai Indra Kusyanti,
Betul, jika syaratnya seperti itu maka dapat mengupload yang asli, contoh: ktp asli. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Halo kak...
Kak saya mau nanya nih, dulu waktu daftarnya online di OASIS? Dan apakah kakak juga dulu melengkapi berkas lagi untuk additional information for online application?
Saya bingung nih kak, OASIS ID itu yang mana yah? Saya sudah submit form application saya di OASIS, tapi harus melengkapi lagi untuk additional information for online application, di australiaawardsindonesia.org.
Di e-mail saya tidak dijelaskan yang mana OASIS ID, cuma ada “Your Application (AAS1916xxx)”. Apakah itu OASIS ID saya kak?
Mohon infonya, thanks.

Halo juga,
Betul, saya juga dulu melengkapi dua isian dari website yang kamu sebutkan dua2nya diatas. Oasis ID itu id ketika membuka akun oasis, dan sepertinya memang yang AAS19..itu. Seingat saya memang tidak ada nomor lain kan ya selain nomor aplikasi? demikian, mudah2an dapat membantu.

Terima kasih atas infonya kak. Iya benar kak, tidak ada nomor lain lagi selain yg AAS19xxxxx itu. Oya kak, setelah kita melengkapi additional information for online application dan mensubmitnya, apakah kita masih bisa untuk un-submit yang di OASIS?

Seingat saya, kalo kamu sudah submit aplikasi dan ternyata ada yang harus di revisi, kamu harus hapus dulu aplikasi lama dan masukkan kembali yang baru ya? apa benar masih begitu? saran saya, sebelum submit, pastikan dulu bahwa semua jawaban sudah yakin dan tidak ada lagi yang di revisi. Kalau sudah submit, satu usaha sudah dilakukan, dan berharap semoga semua nya lancar. Demikian, mudah2an membantu.

Sebelumnya, makasih banget Kak buat informasinya. Saya tertarik dengan AAS dan ingin melaniutkan studi program Master of Translation and Interpreting Studies di Monash University. Tapi seertinya program tsb tidak masuk di priority fields of study. Maksudnya, bisa sih kalau disinggung-singgungin sama education, misalnya, karena membantu perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan diterbitkan di jurnal internasional atau disampaikan di seminar internasional. Tapi penerjemahan kan lebih ke apikatifnya, bukan proses belajar mengajar. Gimana ya baiknya Kak, tetep ngotot daftar atau gimana? Mohin masukannya Kak :)

Halo,
Kenapa tidak ada hubungannya dengan proses belajar mengajar? padahal di awal kamu sampaikan bahwa itu membantu perkembangan pendidikan. Jadi menurut saya, lebih baik ditentukan dulu ke depannya mau apa..dan punya target apa. Tujuan yang jelas akan membuat kamu lebih mudah mengisi form aplikasi beasiswa nanti. Semoga sukses ya..!


EmoticonEmoticon