ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Pengalaman Seleksi dan Lolos Beasiswa Australia Awards Scholarship AAS (2)

Thursday, October 5, 2017
Salam!

Seperti janji saya pada postingan lalu (dan tertunda terus karena sibuk kegiatan lain...hehe), di postingan kali ini saya akan cerita gimana "pertemuan ke dua dan ketiga" saya dengan beasiswa AAS. Jadi setelah menyelesaikan program S2 di Taiwan, saya kembali ke Banda Aceh dan bekerja di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh. Dari awal mengajar, saya menyadari bahwa sebagai dosen, kita harus terus mengupgrade diri dan kemampuan, salah satunya dengan menuntut ilmu sampai jenjang doktor (S3). Sehingga, rencana kuliah lagi sudah ada di pikiran saya pada saat itu. Ketika sampai di semester terakhir program S2, sebetulnya saya mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan di kampus yang sama, tetapi keinginan saya untuk mencoba belajar ke benua lain dengan alasan bisa sekaligus jalan2 sambil belajar.

Negara yang langsung menjadi pilihan saya adalah Australia. Mungkin karena masih penasaran pada pilihan sebelumnya, pilihan ini langsung ada di pikiran saya ketika memutuskan ingin sekolah lagi. Oh ya, saya memang proses untuk cari supervisor dulu di beberapa kampus, tentunya disesuaikan dengan bidang riset kita ya, pengalaman cari supervisor sampai akhirnya dapat LoA akan saya share di postingan2 berikutnya ya...hehehe. Sambil cari supervisor, panca indera saya juga selalu cari2 info tentang beasiswa. Maklum deh, gak ada uang buat sekolah...jadi harus cari sponsor...hehehe. Bisa dibilang kalo pada saat itu saya apply ke semua beasiswa yang ada pilihannya ke Australia, termasuk beasiswa LPDP, LPDP BUDI, dan AAS.

Inilah pertemuan kedua saya dengan AAS. Waktu itu saya mendaftar tahun 2016 untuk intake 2017.
Tapi ternyata rejeki saya bukan pada pertemuan kedua ini. Melainkan di pertemuan ketiga alias beasiswa 2017 untuk intake 2018. Kalau dirunut2, memang ada perbedaan dari diri saya antara mendaftar di tahun 2016 dan 2017. Saya kurang tahu apakah karena faktor itu saya akhirnya lolos, tapi memang saya merasa lebih mempersiapkan diri ketika mendaftar di tahun 2017. Nanti kita bahas bedanya apa ya...penjelasan dibawah ini adalah seleksi beasiswa nya secara umum dulu.

Seingat saya, pendaftaran dibuka di awal Februari. Informasi untuk beasiswa ini sangat tumpah ruah ada di internet. Mulai dari web Pak Made Arsana yang sangat terkenal untuk pendaftar beasiswa ini https://madeandi.com/aas/, channel2 youtube awardee (penerima beasiswa) dan alumni beasiswa tersebut, sampai ke blog2 kecil seperti saya ini...hehehe. Perlu diingat ya...CARI TAHU SENDIRI DULU SEBELUM BERTANYA, karena menurut saya kebanyakan bertanya ke orang akan sangat membingungkan. Jadi lebih baik kita cari tahu informasi dari sumber utama http://www.australiaawardsindonesia.org/content/35/12/how-to-apply?sub=true , atau pun informasi lain dari brosur/pamflet.



Terdapat 2 tahapan (seleksi) yang harus dilalui sebelum dinyatakan lolos beasiswa ini. Yang pertama, seleksi administrasi dan pertanyaan2 (menuju shortlisted) yang semuanya dilakukan secara online (upload dokumen) dan yang kedua adalah IELTS dan wawancara. Insha allah semua tahapan seleksi akan saya ceritakan di blog ini, tetapi berdasarkan pengalaman saya ya teman2. Mudah2an dapat memberikan gambaran untuk teman2 yang berminat mendaftar beasiswa ini.

Kita masuk ke tahapan pertama ya...

Kuncinya pada saat tahapan pertama ini adalah: 1) UPLOAD DOKUMEN SESUAI KETENTUAN, Jangan ada yang ketinggalan, dan 2) Persiapkan waktu (paling gak 2minggu atau lebih) sebaik2nya untuk mengisi pertanyaan atau menyiapkan dokumen. Kita jelasin satu-satu ya sekarang...

1. Sesuai ketentuan
Karena tahapan pertama ini adalah melihat dokumen dan jawaban pertanyaan, maka dokumen yang diberikan haruslah lengkap dan sesuai yang diminta. Misal, kalau yang diminta ijazah, ya uploadnya ijazah. Kalau diminta legalisirnya, ya upload dokumen legalisirnya. Diminta TOEFL nya misalnya 550, ya kirim 550 atau lebih, jadi kalau masih dapat 530 ya berarti gak bisa. Gimana kalo yang diminta terjemahannya? Berarti harus diterjemahin dulu, di lembaga bahasa atau penerjemah tersumpah. Berarti kesimpulannya gitu ya teman2, upload dokumen sesuai dengan yang diminta.

Dokumen2 ini nantinya akan di verifikasi dengan yang asli apabila kalian lolos beasiswa ini. Jadi (amit2, jangan sampe kayak gini ya) kalian upload dokumen palsu yang sebenarnya gak ada...karena setelah dinyatakan menjadi awardee (penerima beasiswa), maka dokumen asli nya harus dibawa untuk mereka lihat.

Proses seleksinya bisa dibilang ketat juga...karena peminat beasiswa ini ribuan banyaknya (tahun 2017 ada 5300 aplikasi yang masuk), maka pelamar dengan dokumen tidak sesuai/tidak lengkap ya langsung di coret (tidak lolos). Oh ya, seluruh dokumennya di upload melalui website yang sudah ditentukan (dalam hal ini namanya oasis), jadi pastikan kalian menyiapkan scan setiap dokumen yang diperlukan.

2. Untuk tahapan kedua nya, kita sambung di postingan berikutnya ya! :)


Kalau ada pertanyaan, silakan tinggalkan comment di bawah, mudah2an saya bisa bantu jawab :)



Share This :
avatar

Kak mau tanya dong, kalau di country guide book sama website AAS berbeda informasinya, yang diikuti yang mana ya? Saya sudah email tapi belum dibalas. Saya bingung harus mencantumkan official document atau certified copy document. :(

Friday, April 06, 2018
avatar

Halo Indah,
Guide book nya sudah yang terbaru ya? kalo ya, menurut saya ini bisa jadi panduan. Sepengalaman saya, untuk aplikasi tahun kemarin, saya upload certified copy document. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Friday, April 06, 2018
avatar

Iya kak. Masalahnya di web bilang official tapi di guide book bilang salinan dokumen yang dilegalisir. Kan bingung. :( Terima kasih ya kak :'D

Friday, April 06, 2018
avatar

Terimakasih informasinya :)
Anw, saya ingin menanyakan, berhubung di AAS tidak perlu dapat LoA dulu (dan skrg saya sedang menunggu LoA), bagaimana kalau setelah menjadi awardee kita tidak diterima di salah satu university? Karena master yang ingin saya ambil di Aussie tidak terlalu sama dengan S1 saya, walaupun di persyaratannya, jurusan S1 saya termasuk jurusan yang bisa mendaftar. *Pengalaman daftar di negara lain, walaupun jurusan s1 saya ada di persyaratan, nyatanya saya direkomendasikan untuk mengambil master yang sama dengan jurusan s1 saya. Sukses selalu Mba!

Sunday, April 08, 2018
avatar

sama2 Indah, mudah2an lancar ya!

Sunday, April 08, 2018
avatar

Hi,
Kenapa tidak diterima? setelah jadi awardee, AAS akan mengadakan kegiatan information day yang dihadiri oleh perwakilan dari kampus2 yang ada di Australia. Jadi, kamu bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai program yang kamu minati. Jadi, tenang saja...AAS akan memberi panduan pada awardee untuk diterima di salah satu kampus di Australia. Mengenai jurusan, saya pikir pasti ada alasan ya kenapa kamu pilih jurusan yang lain dari S1. Kalau alasannya kuat dan masuk akal, tidak ada salahnya untuk mengambil jurusan tersebut. Selama ini, apa kamu sudah menjelaskan alasan tersebut pada saat mendaftar di negara lain (seperti yg disebutkan di pertanyaan?). Demikian, mudah2an dapat membantu ya.

Sunday, April 08, 2018
avatar

halo ka, maaf mungkin pertanyaan nya mirip dengan yang diatas. Jadi jika yang diminta adalah ceritified copy, maka tidak bisa memakai yang originalnya ? misalkan apakah bisa memakai scan passport yg asli saja atau harus legalisir copy nya? terimakasih ka , mohon pencerahannya.

Thursday, April 19, 2018
avatar

Halo juga wafir mulya,
Mengenai bisa atau tidaknya, saya kurang paham karena bukan saya yang menentukan. Sepemahaman saya adalah kita berikan apa yang diminta sebagai syarat, jadi misalnya diminta certified copy maka yang kita berikan juga copy file yang sudah di legalisir. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Thursday, April 19, 2018
avatar

Sepertinya kebijakan dokumen tiap tahun ganti ^^'

Friday, April 20, 2018
This comment has been removed by the author.
avatar

Hi Indah,
Menurut saya tidak banyak berganti...hanya (kebanyakan) persepsi setiap orang akan syarat kelengkapan akan berbeda. Untuk saya pribadi, saya upload apa yang diminta di persyaratan. Seperti yang sebelumnya saya share di blog, jika diminta copy certified, maka saya akan upload copy certified. Demikian, mudah2an membantu.

Friday, April 20, 2018
avatar

Hai kak, kalo keterangannya itu hanya proof of citizenship artinya kita mengupload yang asli kan kak? Pertanyaan ini terdapat di OASIS

Ohiya kak, apa boles saya minta email unt proof read statemenr purpose?

Friday, April 20, 2018
avatar

Hai Indra Kusyanti,
Betul, jika syaratnya seperti itu maka dapat mengupload yang asli, contoh: ktp asli. Demikian, mudah2an dapat membantu.

Friday, April 20, 2018
avatar
Anonymous

Halo kak...
Kak saya mau nanya nih, dulu waktu daftarnya online di OASIS? Dan apakah kakak juga dulu melengkapi berkas lagi untuk additional information for online application?
Saya bingung nih kak, OASIS ID itu yang mana yah? Saya sudah submit form application saya di OASIS, tapi harus melengkapi lagi untuk additional information for online application, di australiaawardsindonesia.org.
Di e-mail saya tidak dijelaskan yang mana OASIS ID, cuma ada “Your Application (AAS1916xxx)”. Apakah itu OASIS ID saya kak?
Mohon infonya, thanks.

Sunday, April 22, 2018
avatar

Halo juga,
Betul, saya juga dulu melengkapi dua isian dari website yang kamu sebutkan dua2nya diatas. Oasis ID itu id ketika membuka akun oasis, dan sepertinya memang yang AAS19..itu. Seingat saya memang tidak ada nomor lain kan ya selain nomor aplikasi? demikian, mudah2an dapat membantu.

Sunday, April 22, 2018
avatar
Anonymous

Terima kasih atas infonya kak. Iya benar kak, tidak ada nomor lain lagi selain yg AAS19xxxxx itu. Oya kak, setelah kita melengkapi additional information for online application dan mensubmitnya, apakah kita masih bisa untuk un-submit yang di OASIS?

Sunday, April 22, 2018
avatar

Seingat saya, kalo kamu sudah submit aplikasi dan ternyata ada yang harus di revisi, kamu harus hapus dulu aplikasi lama dan masukkan kembali yang baru ya? apa benar masih begitu? saran saya, sebelum submit, pastikan dulu bahwa semua jawaban sudah yakin dan tidak ada lagi yang di revisi. Kalau sudah submit, satu usaha sudah dilakukan, dan berharap semoga semua nya lancar. Demikian, mudah2an membantu.

Sunday, April 22, 2018
avatar
Anonymous

Sebelumnya, makasih banget Kak buat informasinya. Saya tertarik dengan AAS dan ingin melaniutkan studi program Master of Translation and Interpreting Studies di Monash University. Tapi seertinya program tsb tidak masuk di priority fields of study. Maksudnya, bisa sih kalau disinggung-singgungin sama education, misalnya, karena membantu perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan diterbitkan di jurnal internasional atau disampaikan di seminar internasional. Tapi penerjemahan kan lebih ke apikatifnya, bukan proses belajar mengajar. Gimana ya baiknya Kak, tetep ngotot daftar atau gimana? Mohin masukannya Kak :)

Wednesday, May 23, 2018
avatar

Halo,
Kenapa tidak ada hubungannya dengan proses belajar mengajar? padahal di awal kamu sampaikan bahwa itu membantu perkembangan pendidikan. Jadi menurut saya, lebih baik ditentukan dulu ke depannya mau apa..dan punya target apa. Tujuan yang jelas akan membuat kamu lebih mudah mengisi form aplikasi beasiswa nanti. Semoga sukses ya..!

Wednesday, May 23, 2018
avatar

Halo mbak Amel,
Saya sudah entah berapa kali daftar AAS dan bahkan tidak pernah lolos shortlist. Hehe. Jadi malu. Yang saya tanyakan terkait research proposal sih karena sy rasa kegagalan sy selalu disini. Minat riset saya tentang parenting yang ini masuk dalam bidang psikologi. Nah itu tidak ada dalam bidang utama aas.sy sudah coba modifikasi dengan tema parenting pada anak disabilitas karena disabilitas masuk dalam bidang utama.sy sudah punya loa dari uni yang punya research group tentang parenting. Apakah research group ini juga menentukan lolos/tidaknya ya? Maksud saya,justru karena bukan riset independen, menjadi tidak lolos (kurang original). Terimakasih mbak

Friday, January 11, 2019
avatar

Halo juga!
Menarik sekali, rasanya ingin mendengar lebih lanjut tentang penelitian mbak/mas (maaf kalo saya keliru karena hanya lihat foto profil :).
Lolos/belum lolos/tidak lolos memang untuk kebanyakan orang (termasuk saya)jadi rahasia hidup..hehehehe, tapi saya pikir langkah mbak/mas untuk memodifikasi topik penelitian sehingga relevan untuk masuk dalam bidang prioritas dan memiliki kontribusi yang jelas adalah hal yang sudah baik. Sepengalaman saya, project riset atau program apapun yang kita ikuti, akan sangat diperhatikan oleh pihak AAS untuk menambah nilai lebih pada aplikasi kita. LoA bukan syarat beasiswa AAS, jadi tidak ada kaitannya dengan lolos/tidaknya aplikasi. Semangat ya mbak/mas, terus perbaiki aplikasi dan coba lagi, semoga lancar2 dan sukses selalu!

Friday, January 11, 2019
avatar

Halo mbak. Saya masih bingung dengan skor IELTS yg diminta. Harus berakah minimal skor persyaratan AAS?

Thursday, March 14, 2019
avatar

Halo juga Gebie,
jawabannya sebetulnya bisa di cek di persyaratan untuk AAS. Tiap tahun, selama periode pendaftaran masih dibuka, gebie bisa lihat lengkap di https://www.australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards.
Demikian, semoga sukses ya!

Thursday, March 14, 2019
avatar

Terima kasih, mbak. Saya baru nemu detailnya di handbook.
Oiya, mau tanya lagi mbak. Salah satu persyaratannya yaitu hasil test IELTS yang asli. Kapan kah kita sertakan sertifikat ini mbak? Apakah setelah lolos seleksi atau pada saat mendaftar kita kirim via pos?
Thank you in advance, mbak.

Saturday, March 16, 2019
avatar

Seingat saya, persyaratan dan aplikasi dilakukan via online dan tidak dengan pos/kurir. Sehingga sertifikat ielts tersebut di scan dan di sertakan pada proses pendaftaran (online). Terima kasih,

Monday, March 18, 2019
avatar

Waah iya, saya sempat bingung soalnya di handbook minta sertifikat asli. Jadi saya berpikir setelah saya upload, setelahnya akan dikirim lg yg asli. Saya sedang persiapan berkas mbak, dan rencana mengambil master by coursework. Saya sudah resign dari pekerjaan. Apakah referee report tetap saya sertakan dua dari akademisi? Atau hanya satu saja?
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berbagi, mbak.

Monday, March 18, 2019
avatar

Kalau dalam persyaratan tidak ditentukan jumlahnya, maka Gebie bisa masukkan dua2nya. Mohon di cek kembali dalam persyaratan yaa...semoga lancar persiapannya Gebie, dan sukses ke depannya ya! Aamiin

Tuesday, March 19, 2019
avatar

Amiinn, terima kasih banyak mbak. Sehat dan sukses selalu.

Wednesday, March 20, 2019
avatar

Aamiin...terima kasih kembali, doa yang sama untuk Gebie!

Thursday, March 21, 2019
avatar

Hi mbak, aku lagi hehee..
Semoga mbak Amel tidak jenuh menjawab pertanyaan dari kami yang masih memulai utk berjuang.
Ada yang mengganggu pikiran saya, di bagian Document Evidence. Di bagian Required Documents tertulis “Latest Official (certified) post-secondary and tertiary certificates/degrees” dan “Latest Official (certified) post-secondary and tertiary transcripts of results”, apakah ini dokumen yang belum ditranslate? Karna pada bagian Optional tertulis “Official (certified) English translations of post-secondary and tertiary certificates/degrees” dan “Official (certified) English translations of post-secondary and tertiary transcripts of results”. Atau di bagian pertama tsb saya lampirkan keduanya?

Terima kasih mbak..

Wednesday, March 27, 2019
avatar

Hi Gebie,
Ini saya ulang pertanyaannya ya..:
a) "Di bagian Required Documents tertulis “Latest Official (certified) post-secondary and tertiary certificates/degrees” dan “Latest Official (certified) post-secondary and tertiary transcripts of results”, apakah ini dokumen yang belum ditranslate?" --> kalau begini yang diminta, menurut saya adalah ijazah dan transkrip asli.

Sedangkan untuk pertanyaan,

b) "pada bagian Optional tertulis “Official (certified) English translations of post-secondary and tertiary certificates/degrees” dan “Official (certified) English translations of post-secondary and tertiary transcripts of results” ---> Berarti ijazah dan transkrip yang telah di translate dan di legalisir. Menurut saya, sertakan saja kedua nya, kan prosesnya online juga...jadi tidak menyulitkan.

Demikian, mudah2an membantu.

Thursday, March 28, 2019
avatar

Thank you so much, mbak Amel.
Allah bless you.

Thursday, March 28, 2019