-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Berangkat ke Sydney!

Monday, January 29, 2018
Salam!

Foto: koleksi pribadi
Apa kabar? Saya menulis cerita ini setelah 3 minggu berada di Sydney. Alhamdulillah, setelah menjalani sedikit "episode penantian kabar" dari kampus, tiket dan visa sudah berada di tangan pada 4 Januari 2018, untuk keberangkatan tanggal 8 Januari 2018. 

Kami (rombongan awardee AAS tujuan Sydney dan Melbourne) diberangkatkan pada tanggal dan pesawat yang sama, yaitu 8 Jan 2018 dengan Qantas. Penerbangan dari Jakarta jam 7 malam waktu Jakarta, dan tiba besoknya (9 Jan) pada jam 6 pagi waktu Sydney. Terlepas dari sedihnya meninggalkan orang tua dan keluarga, keberangkatan ini bisa dibilang enak karena banyak teman barengan...😉. Waktu itu, temen duduk saya adalah anak AAS juga, jadi bisa sekalian sharing2 kan... Untuk teman2 yang tujuan Melbourne, akan melanjutkan penerbangan melalui Sydney. Jadi, waktu itu kami berpisah di bandara.

Barang apa saja yang dibawa?
Terus terang, kalau dibandingkan dengan teman2 lain, barang saya bisa dibilang sedikit untuk orang yang akan berada di Sydney selama 4 tahun..😅. Jatah bagasi dari Qantas ada 40kg, dan dengan 2 koper tersebut, jumlahnya sudah sekitar 36kg..jadi lumayan lah. Pengalaman saat S2 di Taiwan beberapa tahun sebelumnya membuat saya tidak banyak membawa baju dan perlengkapan lain, jadi yang di bawa adalah hal2 yang basic saja. Toh, nantinya tidak semua baju akan kita pakai dan kita pasti (juga) akan membeli baju di negara tersebut.  Gak mau buka toko baju juga kan disana? hehehhe....singkatnya, yang saya bawa di dalam koper adalah:

a. Baju kuliah
b. Baju santai
c. Jilbab dan mukena
d. Baju tidur
e. Sandal, kaos kaki 
f. Obat2an yg biasa kita konsumsi, termasuk cream wajah.
g. Makanan jadi untuk adaptasi disana selama 2 hari, contoh: kering tempe, abon, atau ikan.
h. Bumbu2 instan, bumbu kering, dan bumbu khas daerah.
i. Makanan atau cemilan kesukaan, contoh: wafer atau mie. Saya bawa secukupnya untuk adaptasi saja - sampai ketemu toko2 yg menjual cemilan :)
j. Dokumen2 penting
k. Souvenir untuk perkenalan (optional)

nomor tempat duduk waktu keberangkatan
Pada saat di pesawat, kita akan dibagikan kartu kedatangan (Incoming passenger card) yang harus diisi dan diserahkan pada saat pemeriksaan imigrasi. Nah...ini yang harus teman2 browsing sebelumnya ya...karena jangan sampe kejadian kayak saya yg udah nyiapin bawa rendang ternyata gak bisa dibawa karena gak boleh, kecuali dalam kaleng. Ini karena saya browsingnya telat sih..😅. Saya juga terlambat bertanya ke teman2 yang sudah duluan berangkat - yang ternyata, rendangnya harus ditinggal (padahal sudah dikemas dalam plastik vakum). Menurut teman saya tersebut, petugasnya bilang boleh saja membawa daging, asalkan dalam kaleng atau berbentuk abon.
pagi hari dari pesawat (koleksi)
Pada saat pemeriksaan imigrasi, setelah beres urusan visa dan mengambil barang, kami diarahkan ke beberapa loket (ini yang saya gak tau berdasarkan apa memisahkannya), trus di suruh maju 4 atau 5 orang dalam satu kelompok. Teman saya ada yang masuk di loket lain dan dipersilahkan membuka kopernya. Sedangkan saya, maju dengan 4 orang lainnya, berbaris rapi memanjang ke belakang dengan barang2 bawaan di samping atau depan kita. Setelah itu, akan ada petugas yang menemani anjing pintar yang berlari2 sambil mencium barang2 di kelompok tersebut. Jika anjing ada mencium bau yang dicurigai, maka kita akan disuruh ke pinggir untuk selanjutnya di cek barangnya. Tapi jika aman, maka kita bisa segera keluar loket dan menuju pintu kedatangan. 

Pengalaman saya, sebelum masuk ke loket yang ditunjuk, saya sempat ditanya petugas mengenai obat apa yg saya bawa. Ini kemungkinan karena saya mencentang 'membawa obat' di kartu kedatangan. Jawaban saya terkait jenis obat yang di bawa adalah 'basic medicine', dan sepertinya petugas mengerti maksud saya. Ada juga bumbu khas masakan Aceh dan makanan jadi untuk adaptasi yang saya bawa. Oya, saya mengemas makanan jadi dan bumbu2 basah dalam kemasan ya...jadi rapi seperti beli dari toko atau supermarket. Alhamdulillah, semua aman dan bisa saya bawa masuk ke Sydney!

Share This :