ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Membawa keluarga sambil studi ke Australia: Perkiraan biaya (Bagian 3/Terakhir)

Monday, January 14, 2019
Salam!
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman terkait biaya yang dibutuhkan untuk membawa keluarga ke Sydney, Australia. "Biaya" mengacu pada jumlah uang yang dibutuhkan anggota keluarga untuk berangkat menyusul saya studi di Australia. 
Oh ya, perlu diingat bahwa informasi di sini saya tulis sesuai pengalaman ketika keluarga (suami dan 1 anak) menyusul saya ke Sydney pada Maret 2018. Hendaknya dijadikan gambaran saja untuk teman2 dalam menyusun anggaran, dan sesuaikan kembali dengan kondisi masing2 ya.. mari kita mulai!

Sebelumnya pada bagian 1 (klik disini kalau belum baca), saya sudah informasikan persyaratan yang diperlukan keluarga untuk berangkat ke Australia. Salah satu persyaratannya adalah bukti upgrade asuransi. Sehingga, biaya pertama yang harus diketahui adalah upgrade asuransi. Konon, biaya asuransi selalu naik setiap tahunnya..sehingga butuh perencanaan yang matang dalam menyiapkannya. Secara singkat, besar biaya asuransi akan tergantung dari 3 hal, yaitu: provider (perusahaan penyedia) asuransi, tanggal kedatangan keluarga di Australia, dan jumlah anggota keluarga (couple atau family). 

Jika ingin bertanya, informasi bisa di dapat dari email/telp ke asuransi nya, tanya ke pihak kampus (kadang mereka bisa bantu), atau datang langsung ke kantor asuransinya. Pengalaman saya dulu adalah datang langsung ke kantor asuransinya, dan kita diminta informasi perkiraan tanggal kedatangan keluarga. Tanggal tersebut akan dihitung sampai ke visa (awardee) berakhir. Contoh pada kondisi saya, tanggal perkiraan kedatangan keluarga: 30 Maret 2018, visa berakhir pada Feb 2022 (studi PhD 4tahun), maka jumlah upgrade asuransi nya dihitung dari 30 Mar 2018 ke Feb 2022.  

Jumlah yang harus saya bayar waktu itu adalah (sekitar) AUD9800 (kalikan sendiri dengan rate rupiah ya..), untuk upgrade asuransi dari single ke family. Jumlah tersebut harus dibayar di muka (tidak boleh dicicil). Terus terang menurut kami, biaya upgrade asuransi adalah biaya yang terbesar yang harus dikeluarkan. Dan memang, kami sempat memundurkan waktu kedatangan agar punya uang yang cukup juga..hehehe.

Sesudah urusan biaya asuransi selesai, kita mulai mengurus visa. Alhamdulillah pihak AAS Indonesia menanggung biaya visa, tapi tidak syarat pengurusannya alias biaya medical check-up yang harus kita bayarkan sendiri. Nah..untuk biaya kedua yaitu medical check-up, saya kurang paham apakah sama/berbeda pada tiap rumah sakit/klinik yang ditunjuk. Waktu itu, suami dan anak saya pergi ke Medan (karena di Banda Aceh tidak ada) untuk melakukan medical check-up di klinik yang telah di tunjuk, dan mengeluarkan biaya sekitar Rp 1.3-1.4 juta untuk suami dan anak, di luar biaya penginapan, transportasi, dll. Oh ya, jangan lupa untuk buat janji dulu sebelum melakukan medical check-up dan pastikan kondisi fit 100% ketika melakukan med-check!

Kalau urusan visa lancar (sudah keluar visa), maka teman2 sudah bisa membeli tiket untuk pergi. Saran saya, tunggu visa keluar dulu jika ingin membeli tiket..daripada sudah beli promo dan ternyata meleset waktu nya. Nah, untuk biaya ketiga (baca: tiket) ini, bisa disesuaikan dengan kemampuan masing2..hehehe. Jadi besarannya akan tergantung dari maskapai yang teman2 pilih yaa...

Kesimpulannya, menurut pengalaman saya, ada 3 biaya utama yang diperlukan keluarga untuk menyusul ke Australia: upgrade asuransi, biaya medical check-up, dan biaya tiket pergi menuju Ausie. Dan menurut kami juga, yang terbesar (sekaligus terberat mengumpulkan..hehe) jumlah nya adalah biaya untuk upgrade asuransi. Mudah2an informasi ini dapat membantu teman2 yang sedang mencari info atau merencanakan untuk berkumpul bersama keluarga di Australia. Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan comment di bawah, Insha Allah akan saya jawab secepatnya. Sampai ketemu di postingan berikutnya!

Wassalam,
Share This :
avatar

Mba mau nanya, biaya Asuransi itu apakah klo mba lulus akan dibalikin?

Thursday, April 18, 2019
avatar
Amelia

Halo mbak Mitra,
Jujur saya belum menanyakan hal ini kepada pihak asuransi, jadi belum bisa menjawab pasti. Mohon maaf belum bisa update info, tapi jika saya dapat jawabannya, saya update lebih lanjut ya mbak...terima kasih!

Saturday, April 20, 2019
avatar

Apakah asuransi itu persyaratan untuk pengajuan visa? Kalo tidak apa boleh kita tidak menggunakan asuransi?

Tuesday, September 24, 2019
avatar
Amelia

Halo Arini,

Yup, asuransi adalah salah satu syarat untuk pengajuan visa studi. Pada beasiswa AAS, awardee akan dibantu untuk mengurus asuransi. Tetapi untuk update ke plan keluarga, awardee (biasanya) yang mengurus sendiri. Demikian, mudah2an membantu ya!

Thursday, September 26, 2019
avatar

mbak amel..untuk asuransi ini apa dimungkinkan misal kita membayar asuransi selama 2 tahun dulu artinya visa keluarga 2 tahun masa berlakunya nanti mengurus perpanjangan lagi 2 thn kemudian, karena kalau langsung dibayar di awal selama 4 tahun kan lumayan berat juga ya mbak..kalau kondisinya seperti itu bagaimana mbak?

Friday, October 04, 2019
avatar
Amelia

Halo mbak Arini,

Setahu saya, visa keluarga akan ikut dengan visa awardee sebagai visa utama. Artinya, visa keluarga periode nya akan sama dengan visa awardee. Tapi untuk periode visa, mungkin nanti bisa dikonsultasikan dengan staff AAI yang membantu pengurusan visa.

Sedangkan untuk pembayaran, sepertinya harus dibayar di muka (tidak dapat di cicil). Saya setuju mbak jika jumlahnya memang cukup besar, karena itulah dibutuhkan perencanaan yang baik (waktu, dll) sebelum membawa keluarga ke sini. Demikian mbak, mudah2an dapat membantu.

Monday, October 07, 2019