-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Gimana kuliah PhD nya?

Thursday, July 18, 2019
Salam!

Sekitar dua minggu ke depan, saya dijadwalkan mempresentasikan proposal riset saya di hadapan reviewer, staff (professor dan lecturer), juga teman2 mahasiswa PhD lain. Pada program ini (PhD in Marketing), 18 bulan dihitung dari awal masuk, kita akan diminta untuk mempresentasikan dan mempertahankan ide riset (proposal) kita. Postingan kali ini (sayangnya) tidak akan membahas teknis presentasi tersebut, tapi saya lebih tertarik berbagi cerita tentang apa yang telah saya lakukan pada 18 bulan pertama pada studi PhD ini. Sebetulnya, postingan ini menjawab pertanyaan yang selalu teman2 lontarkan setiap ketemu saya..hehehe...entah karena melihat wajah saya yang gundah/gembira atau mungkin hanya basa-basi saja :) Ya, pertanyaan terkait "Gimana kuliah S3 nya?" 

www.pexels.com
Oh ya, informasi ini tentu saja tidak dapat di generalisasi untuk semua program PhD ya..postingan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi yang hendaknya dijadikan gambaran (saja) atau referensi dalam mencari informasi studi S3.

Selama 4 tahun masa studi, saya diwajibkan untk mengambil 6 mata kuliah. Saat saya menulis postingan ini, saya sedang mengambil mata kuliah terakhir (yang ke-6). Sayangnya, pada saat mengambil kelas, saya juga harus memikirkan riset saya. Dengan kata lain, saya diharuskan menjalani kedua nya dengan baik. Dan disinilah masalahnya...hehehe, 

Terus terang, saya merasa "kesulitan" atau bisa dibilang "keteter" dalam menjalani kedua nya: riset dan coursework. Kesulitan yang paling nyata adalah membagi waktu untuk dapat optimal di kedua hal tersebut. Apalagi ditambah dengan persyaratan meraih nilai tertentu untuk dapat lulus pada setiap coursework. Pada satu sisi, coursework memiliki tugas, setumpuk paper yang harus dibaca (tergantung topik pada minggu tersebut), diskusi di kelas tentang paper tersebut, dan tugas akhir. Sementara di sisi lain, riset yang merupakan tujuan utama juga harus di pikirkan. Membaca semua literatur terkait topik, membuat argumentasi atau ide dari literatur tersebut, diskusi dengan supervisor, dan mengerjakan project terkait riset, adalah hal2 yang masuk dalam kategori riset. Kesulitan saya terbukti dengan didapatkannya teguran dari supervisor yang mengingatkan ketika saya "tenggelam" dalam coursework dibandingkan riset. Beruntung, saya ditegur saat itu sehingga saya cepat sadar dan mengambil sikap pada kesalahan saya. 

Terkait riset, pada 18 bulan ini, saya diminta untuk (banyak) membaca, menyusun ide, dan menulis hal-hal terkait topik. Selain itu, secara rutin saya bertemu supervisor untuk berdiskusi tentang topik tersebut. Tetapi, semakin banyak sumber yang dibaca seringkali membuat saya semakin merasa bodoh dan bingung..dan hal ini yang tidak pernah saya rasakan ketika mengambil S1 dan S2. Saya merasa selalu "ditantang" untuk berpikir lebih dalam, lebih spesifik, dan lebih kecil lagi sampai ke akar nya. Beruntung saya memiliki supervisor yang lebih saya anggap "mentor", yang dengan sabar meladeni dan merespon semua kebodohan dan kebingungan saya :) Hal lain yang saya lakukan pada tahun pertama terkait riset adalah mengerjakan project (partnership dengan perusahaan) terkait topik riset saya. Selama project tersebut, kami (saya dan supervisor) mengeluarkan dua laporan rekomendasi untuk manager perusahaan. Alhamdulillah, saya merasa sangat beruntung terlibat dalam project ini. Kata orang bijak, pengalaman adalah guru yang terbaik, kan? :)

Pada kurun waktu tersebut, saya juga pertama kali nya merasakan low back pain alias sakit pinggang. Sebelumnya saya tidak pernah mengalami hal ini, dan saking sakitnya, saya harus datang ke chiropractor untuk konsultasi dan meminta obat penahan sakit. Lucunya, ketika saya datang ke klinik, dokternya senyum sambil bilang "you are officially considered as PhD student.." Mungkin karena terlalu banyak duduk membaca dengan postur yang buruk, membuat saya terkena si sakit pinggang ini. Tapi hikmah dari semua adalah pada akhirnya saya jadi mengetahui posisi duduk yang nyaman untuk belajar dan membaca, dan melakukan peregangan sederhana setiap pagi. 

Dengan semua tantangan yang saya sebutkan diatas sekaligus menjawab pertanyaan: Alhamdulillah studi saya dapat dikatakan lancar dan baik. Terbukti nilai pada coursework yang melebihi syarat dan review supervisor yang selalu positif mengenai progress studi saya. Di postingan mendatang, saya akan bercerita pentingnya peran suami dan anak dalam mendukung studi S3 ini. 

Kesimpulannya, kuliah S3 yang saya alami pada 18 bulan pertama ini dipenuhi oleh coursework dan riset. Dengan kata lain, kita "hanya" diminta untuk membaca, berpikir, berpendapat (lisan dan tulisan), membaca, berpikir, berpendapat (lisan dan tulisan), dan terus berulang seperti itu..hehe. Mudah2an postingan ini bermanfaat, dan menjadi inspirasi/semangat teman2 ya! 

Jangan lupa, jika ada pertanyaan atau komentar, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar :) 

Wassalam,                                

Share This :
avatar

Wahh senengnya ketemu tulisan blog ini. Perkenalkan nama saya Dienni, mba Amelia. Saya punya rencana untuk PhD Marketing di Australia jg. Soon mau baca semua tulisan di blog ini. Rata2 judulnya cocok dg pertanyaan2 dlm hatiku. Salam kenal ya!

Wednesday, August 05, 2020
avatar
Amelia

salam kenal juga mbak Dienni, semoga rencana nya tercapai yaa..kalau ada pertanyaan, langsung saja ditanyakan ya..siapa tahu bisa bantu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini!

Thursday, August 06, 2020