-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Proposal riset untuk mencari supervisor atau mendaftar beasiswa

Sabtu, 21 November 2020
Salam!
Menyiapkan proposal penelitian tentunya merupakan hal yang tidak asing asing lagi bagi teman-teman yang ingin mencari supervisor ataupun mendaftar beasiswa, termasuk beasiswa Australia (AAS). Proposal penelitian diperlukan untuk membantu calon supervisor melakukan penilaian terhadap penelitian kita. Misalnya, menilai apakah penelitian kita akan 'cocok' dengan bidang calon supervisor dan terkait support apa yang diperlukan dalam penelitian tersebut.

Postingan kali ini akan membahas struktur (format) proposal penelitian berdasarkan pengalaman saya. Struktur ini saya gunakan ketika 'berburu' supervisor dan juga untuk keperluan mendaftar beasiswa untuk studi S3 (PhD) di Australia. Saya menggunakan struktur ini setelah melihat banyak contoh (tersedia banyak sekali di Google!) dan berbagai referensi (termasuk pada saat studi S2). Perlu diingat bahwa kondisi ini mungkin saja berbeda karena berbagai alasan, jadi hendaknya artikel ini menjadi referensi (dan bukan acuan utama) dalam pencarian informasi. 
Proposal penelitian (riset) untuk mencari supervisor dan mendaftar beasiswa
Saya memulai untuk menulis proposal penelitian setelah saya benar-benar mengidentifikasi topik penelitian, research gap, dan potensial kontribusi dari penelitian tersebut.  Sebagai gambaran, proposal saya memiliki 8 halaman (termasuk reference), memiliki jumlah kata lebih kurang 2300an, spasi 1.5 dengan font Times New Roman ukuran 12. Berikut ini struktur proposal penelitian yang saya gunakan: 
1. Introduction yang berisi latar belakang penelitian kita. Bagian ini harus dapat menjawab: Mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan, tujuan penelitian (atau pertanyaan yang akan dijawab pada penelitian), dan kontribusi yang dapat diberikan oleh penelitian kita. Pada bagian ini, kita dapat memulai dari hal yang bersifat umum terlebih dahulu, kemudian hal-hal yang spesifik dan mengerucut (seperti corong). 
2. Literature Review & Hipotesis yang ingin diuji (bila ada). Bagian ini berisi landasan teori dari topik yang diambil beserta penelitian terdahulu terkait penelitian kita. Bila ada hipotesis, teman-teman juga dapat menjelaskannya pada bagian ini.
3. Methods berisi penjelasan mengenai cara apa yang akan kita gunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian kita. Selain itu, data apa yang akan diambil, cara pengumpulan data, dan analisis juga dijelaskan pada bagian ini.
4. Research Timeline menjelaskan periode (berapa lama) penelitian ini dapat dilakukan. Dengan kata lain, bagian ini berisi tahapan (terkait waktu) penelitian. Misalnya, selama studi PhD 4 tahun: Apa yang dapat kita raih pada 6 bulan pertama, 1 tahun berikutnya, terus sampai masa studi PhD habis. 
5. Reference atau yang biasa kita sebut sebagai Daftar Pustaka. Saat itu, proposal penelitian saya menggunakan sekitar 20 referensi dari jurnal-jurnal International bereputasi. 

Oh ya, mohon maaf saya tidak dapat membagikan proposal penelitian yang saya buat karena terkait penelitian yang masih terus berkembang atau berubah sesuai bimbingan supervisor. Tapi jangan khawatir, teman-teman dapat dengan mudah mencari referensi dari proposal lain yang dapat ditemukan melalui Google 😀. 

Pada beasiswa AAS, beberapa pertanyaan terkait penelitian (contoh: judul penelitian, tujuan, metodologi, dst) memang akan ditemui di form aplikasi. Tapi sayangnya, jawaban kita akan terbatas dengan jumlah karakter ataupun kata.  Jadi, proposal penelitian dapat disertakan (di upload) sebagai dokumen tambahan ya..

Semoga postingan ini bermanfaat, semangat dan sehat-sehat selalu! Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan comment di bawah, saya akan jawab secepatnya 😄. Sampai bertemu di postingan berikutnya!


Share This :
avatar

Ibu, berarti selain kita isi dioasis, proposal penelitian perlu juga kita upload dalam bentuk seperti yg ibu jelaskan ya? Krna di bagian pas kita pilih kampus juga ada isi semacam kerangka penelitianggtu bu. Yg Ini kita upload dibagian Evidence Document Bukan bu?

Selasa, November 24, 2020
avatar
Amelia

Betul sekali. Kalau di form aplikasi, kita terbatas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, maka pada proposal penelitian kita bisa lebih banyak menjelaskan soal penelitian kita. Seingat saya, saya upload proposal sebagai dokumen tambahan (additional document). Demikian, mudah2an membantu ya!

Rabu, November 25, 2020