-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Biaya yang Ditanggung Beasiswa Australia Awards (AAS)

Jumat, 13 November 2020
Salam!
Karena belum ada cerita di blog ini terkait biaya2 apa saja yang ditanggung oleh Australia Awards, kali ini saya akan cerita mengenai pembiayaan yang didapatkan (biaya yang ditanggung oleh AAS) jika teman2 menjadi awardee. Oh ya, postingan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, dengan kondisi yang mungkin saja berbeda pada orang lain. Hendaknya dapat dijadikan referensi dalam mencari informasi dan bukan satu2nya acuan ya...Kita mulai  postingannya! 
Biaya yang Ditanggung Beasiswa Australia Awards (AAS)
a. Karena seleksi wawancara pelamar PhD dilakukan di Jakarta, maka AAS akan menanggung biaya tiket Pulang-Pergi (PP) dari tempat domisili ke Jakarta dan sebaliknya.  Waktu itu, saya melakukan seleksi wawancara dan tes IELTS di Jakarta (klik disini untuk membaca pengalaman wawancara). Selain itu, AAS juga memberikan subsidi biaya untuk penginapan selama melakukan seleksi tersebut. Alhamdulillah saya merasa terbantu sekali walaupun belum menjadi awardee 😃. Biaya2nya akan diberikan dengan sistem reimbursement setelah teman2 menyerahkan dokumen terkait perjalanan kepada AAS.

b. Kalau berhasil menjadi awardee, teman2 akan mengikuti Pre-Departure Training (PDT) dengan jangka waktu bervariasi sesuai dengan nilai IELTS yang didapatkan pada saat tes. Lokasi kegiatan PDT akan ada di Jakarta dan Bali. Jadi, kalau teman2 mengikuti kegiatan PDT di Jakarta (misalnya), maka AAS akan menanggung biaya tiket PP dari tempat domisili ke Jakarta dan sebaliknya. Selain itu, AAS akan memberikan uang saku selama teman2 mengikuti kegiatan PDT (dari awal hingga selesai). Uang saku bisa digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya sewa kos, makan, dll. Oh ya, AAS juga memberikan credit (bukan uang tunai) untuk keperluan printing dan foto copy bila menggunakan mesin yang ada di gedung IALF.  Tapi bila credit (uang) tersebut habis, maka teman2 bisa top-up jumlahnya melalui kasir yang ada di gedung IALF. 

c. AAS juga menanggung biaya pengurusan visa (misal: untuk medical check-up) dan visa bagi awardee. Kalau awardee membawa keluarga ke Australia, maka AAS akan menanggung biaya visanya saja, dan tidak menanggung biaya kelengkapan syarat untuk visa keluarga (misal: asuransi keluarga).

d. AAS akan menanggung biaya asuransi kesehatan bagi awardee selama menjalani studi di Australia. Karena asuransinya single plan (hanya untuk awardee saja), maka awardee ybs harus membayar sendiri upgrade asuransi bila membawa keluarga. Klik di sini untuk membaca pengalaman saya terkait medical check-up dan upgrade asuransi untuk keluarga. 
e. Kalau visa sudah keluar dan awardee dinyatakan siap berangkat, maka AAS akan menanggung biaya tiket pesawat menuju Australia.

f. Sesampainya di Australia, awardee akan berkoordinasi dengan Student Contact Officer kampus dan mengikuti kegiatan Introductory Academic Program (IAP) sebelum memasuki masa studi. Awardee akan mendapatkan tunjangan kedatangan (establishment allowance) yang besarnya (pada saat itu) AU$5000. Uang ini sangat membantu awardee selama proses adaptasi, termasuk mencari tempat tinggal, membeli keperluan dasar, dll.

g. Biaya kuliah yang akan dibayarkan langsung ke universitas awardee. Jadi, awardee tidak perlu pusing lagi mengurus pembayaran ke universitas.

h. Setiap dua minggu (sampai saat ini, tidak pernah telat!), awardee akan mendapatkan biaya hidup yang besarnya (sampai saya menulis blog ini) AU$1150. Uang akan ditransfer langsung ke bank milik awardee. 

i. Awardee juga dapat mengakses biaya SAS (supplementary academic support) selama masa studi dengan besaran (AU$ 500 per 6bulan). Uang ini dapat digunakan untuk keperluan akademik terkait training/workshop, tutoring, conference, dll.

j. Reunion airfares bagi awardee yang tidak membawa serta keluarga ke Australia. 

k. Untuk mahasiswa dengan program riset, AAS akan menanggung biaya fieldwork sebagai bagian dari masa studi awardee. Fieldwork dapat dilakukan di Indonesia maupun di Australia. 

Bila ditanya cukup atau tidak, tentunya ini akan tergantung dari berbagai faktor (seperti gaya hidup). Awardee juga harus bertanggungjawab untuk mengatur keuangan selama masa studi. Pengalaman saya yang sudah memasuki tahun ke-3, Alhamdulillah..beasiswanya dapat menanggung biaya2 yang harus dikeluarkan di Sydney. 

Demikian postingan kali ini, mudah2an dapat membantu teman2 mendapatkan informasi terkait beasiswa AAS. Bila ada pertanyaan atau hal2 lain yang kurang jelas, silakan tinggalkan comment di bawah ya..sampai ketemu di postingan berikutnya!


Share This :
avatar
Anonim

selama menjalani masa perkuliahan dengan beasiswa AAS, apakah pernah keluar biaya sendiri di luar biaya yang telah diberikan beasiswa kak? kalau iya, untuk apa ya?
Terima kasih!

Selasa, Januari 26, 2021
avatar
Amelia

Karena kondisi saya yang studi sambil membawa keluarga, maka biaya yang saya keluarkan sendiri adalah yang terkait dengan keluarga yang memang tidak ditanggung oleh beasiswa AAS. Sedangkan komponen lain yang memang ditanggung oleh beasiswa, alhamdulillah diterima atau dapat diakses dengan baik. Demikian, mudah2an membantu.

Rabu, Januari 27, 2021
avatar

'uang saku bulanan' untuk awardee yang bawa keluarga dengan tidak sama atau berbeda? sebab setahu saya, AAS menanggung biaya hidup keluarga juga? atau saya yang keliru? terima kasih

Senin, Maret 29, 2021
avatar
Amelia

Halo Sophia Mega,
Uang saku yang diberikan berjumlah SAMA untuk setiap awardee (baik yang membawa keluarga atau tidak). AAS tidak menanggung biaya hidup keluarga, tetapi menanggung biaya pembuatan visa ke Australia (dan bukan kelengkapan persyaratan visa). Demikian, mudah2an membantu ya!

Senin, Maret 29, 2021
avatar

Halo Ibu,

Saya ingin bertanya untuk pre-departure training antara master dan PhD apakah diwaktu yang sama? dan kapan awardee diikutsertakan dalam PDT jika dihitung dari hari keberangkatan? Terima Kasih.

Jumat, Juni 11, 2021
avatar
Amelia

Halo juga mbak,
Awardee, baik Master dan PhD program, pada tahun yang sama akan memulai PDT pada bulan yang sama. Tetapi, waktu berakhirnya akan berbeda, karena lamanya PDT yang berkisar dari 7minggu - 9bulan akan ditentukan berdasarkan score IELTS awal kita. Bila PDT sudah dijalankan dan di uni yang di tuju (di Australia) tersedia semester/trimester baru, maka awardee bisa diberangkatkan. Demikian, mudah2an membantu!

Senin, Juni 14, 2021
avatar

Assalaamu'alaikum mbak amelia
perkenalkan sy sidik
sy mau bertanya
untuk bidang study S2 yang akan kita lamar melalui beasiswa AAS ini apakah bebas atau hanya bidang tertentu ya mbak?
Jika setelah kita menempuh S2 kita ingin S3 ke negara lain apakah diizinkan?
terimakasih sebelumnya

Minggu, Juni 20, 2021
avatar
Amelia

Waalaikumussalam Sidik,
Sejauh ini, saya lihat kita bisa pilih bidang studi yang sesuai dengan minat. Bidang studi tsb akan dikategorikan ke dalam beberapa kelompok prioritas yang dapat berubah2 sesuai dengan kebutuhan/perkembangan Indonesia.

Terkait studi lanjut S3 ke negara lain (setelah S2 di Australia), tidak ada informasi yang menyatakan tidak boleh. Dengan kata lain, menurut saya, sangat mungkin untuk dilakukan. Demikian, mudah2an dapat membantu!

Senin, Juni 21, 2021
avatar

Assalamu'alaikum Bu Amel, mohon izin bertanya bu, untuk biaya pengurusan visa keluarga, apakah ada batasan jumlah anak yang akan ditanggung oleh AAS bu? Terima kasih sebelumnya Bu, semoga dilancarkan S3nya di Sydney. Mohon doanya Bu agar saya bisa menyusul seperti ibu...

Sabtu, September 18, 2021
avatar
Amelia

Waalaikumussalam Bu Yani, semoga sehat2 ya.. Setahu (dan sepengalaman) saya tidak ada batasan terkait jumlah anak, tapi tentunya hal ini harus dipastikan kembali setelah Ibu menjadi awardee ya..mungkin saja ada perubahan. Aammin, semoga lancar proses studi lanjutnya ya Bu..

Senin, September 20, 2021