-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Menjalani Studi S3 (PhD) di Australia bersama Keluarga

Kamis, 26 November 2020
Salam!
Beasiswa Australia Awards (AAS) adalah salah satu beasiswa yang memungkinkan awardee-nya membawa serta keluarga selama studi (S2 atau S3) di Australia. Mungkin teman-teman sudah melihat postingan saya sebelumnya tentang pengalaman membawa serta keluarga (klik untuk cerita lengkap), termasuk mengurus sekolah anak (klik) dan perkiraan biaya yang diperlukan (klik). Kali ini, saya akan ulas beberapa point yang menjadi pertimbangan saya untuk menjalani studi PhD bersama keluarga. Oh ya, kondisi ini mungkin dapat berbeda bagi orang lain. Jadi hendaknya cerita ini dijadikan referensi (dan bukan acuan utama) bagi teman-teman yang ingin studi di luar negeri bersama keluarga.
1. Lamanya masa studi PhD di Australia (umumnya 4 tahun) merupakan pertimbangan pertama mengapa saya mengajak keluarga untuk bergabung di Sydney.  Saya berpikir bahwa mengajak serta keluarga akan lebih baik (walaupun juga pasti banyak repotnya 😅) dibandingkan berjauhan dan melakukan video call tiap malam. Saya yakin teman-teman yang sudah berkeluarga paham bagaimana rasanya terpisah dengan keluarga, apalagi untuk jangka waktu lama. Adanya keluarga yang menemani selama studi juga bisa menjadi support system yang baik bagi saya. Jadi walaupun repot, tetap banyak manfaat yang ditemukan dengan kehadiran keluarga yang menemani selama studi PhD.

2. Kesediaan pasangan dan/atau anak untuk 'pindah' dari zona nyaman.  Menurut saya, hal ini sebaiknya mulai dibicarakan kepada keluarga bahkan ketika teman-teman memulai proses untuk melanjutkan studi (S2 atau S3). Dengan kata lain, lebih awal dibicarakan maka lebih baik. Tujuannya agar keluarga (pasangan dan/atau anak) sudah lebih 'siap' ketika dihadapkan pada situasi yang direncanakan. Besar kemungkinan bahwa kondisi baru (tempat kita studi) akan (sangat) berbeda dengan zona nyaman kita di Indonesia, contoh tidak ada asisten yang membantu pekerjaan rumah tangga, harus berjalan kaki ke tempat tujuan, harus bergantian masak untuk makan, dan seterusnya. Jadi, mau tidak mau, kita harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. Beberapa pertanyaan penting pada point ini yang harus didiskusikan kepada keluarga, misalnya: Apakah pasangan bersedia meninggalkan pekerjaannya di Indonesia untuk mendampingi kita studi? Apa yang bisa dilakukan pasangan selama menemani kita studi? Apakah anak siap dan mau untuk beradaptasi dengan lingkungan baru? dan pertanyaan lain sesuai dengan kondisi keluarga.

3. Persiapan keuangan adalah hal yang tidak kalah penting dari dua poin sebelumnya 😉. Mengajak serta keluarga membutuhkan biaya yang harus diperhitungkan. Bahkan bisa dibilang butuh biaya yang tidak sedikit. Walaupun pihak pemberi beasiswa akan membantu, tapi ada komponen biaya yang tetap harus kita bayarkan sendiri agar keluarga dapat bergabung mendampingi studi. Beasiswa AAS misalnya, akan menanggung biaya visa keluarga, tapi biaya kelengkapan syarat visa (seperti asuransi, medical check-up) tetap harus kita bayar sendiri. Teman-teman dapat membaca pengalaman saya di sini untuk melihat perkiraan biaya yang diperlukan saat keluarga menyusul ke Sydney. 
Hal lain yang perlu diperhatikan terkait keuangan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan hidup selama di tempat studi (sumber pendapatan, biaya hidup, dll). Teman-teman bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengajak serta keluarga, jadi sudah lebih mengenal kondisi sebagai persiapan.
Studi S3 (PhD) di Australia bersama keluarga
Tiga point di atas merupakan hal-hal yang harus dipertimbangkan matang dan didiskusikan dengan keluarga. Yang perlu diingat adalah bahwa apapun keputusan yang diambil (apakah keluarga ikut bergabung atau tidak) harus tetap dapat bermanfaat untuk kita, dan pastinya, untuk keluarga! Semoga postingan ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari info atau merencanakan untuk menjalani studi S3 (PhD) bersama keluarga. Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan comment di bawah ya...sampai ketemu pada postingan berikutnya!



Share This :